Jumat, 22 Desember 2023

Profesi Akuntan

Profesi akuntan secara umum dikelompokkan dalam empat kelompok profesi, yaitu: 

1.  Akuntan perusahaan. Akuntan yang bekerja untuk internal perusahaan. Tugas dari akuntan ini adalah melakukan audit internal pada perusahaan. 

2.  Akuntan publik. Akuntan ini berprofesi sebagai pihak independen dan akuntan ini ada untuk berbagai pihak yang membutuhkan jasa audit dan menilai kewajaran laporan keuangan perusahaan.

3.  Akuntan pemerintah. Akuntan yang bekerja untuk kepentingan pemerintah.

4.  Akuntan pendidik. Akuntan ini bertugas membimbing dan melatih untuk menjadi akuntan.

Sumber : Bahri, Syaiful. 2016. Pengantar Akuntansi. Cetakan Pertama. Yogyakarta: CV. Andi Offset.

Universitas Persada Indonesia Y.A.I

Kamis, 21 Desember 2023

Mengisi Materi Perkuliahan di Portal Dosen

Pagi Sobat Bloger.. hari ini saya akan mengupload materi pertemuan ke 14 tentang Pasar Keuangan di Portal Dosen untuk Mata Kuliah Teori Portofolio dan Analisis Investasi. 




Rabu, 20 Desember 2023

Pengertian Akuntansi

       Akuntansi adalah seni pencatatan, penggolongan, pengikhtisaran, dan pelaporan atas suatu transaksi dengan cara sedemikian rupa, sistematis dari segi isi, dan berdasarkan standar yang diakui umum. Oleh karena itu, pihak yang berkepentingan atas perusahaan dapat mengetahui posisi keuangan perusahaan serta hasil operasi pada setiap waktu yang diperlukan, sehingga dapat mengambil keputusan maupun pemilihan dari berbagai tindakan alternatif di bidang ekonomi. Akuntansi dikatakan suatu seni karena diibaratkan beberapa pelukis hendak menggambar atas objek yang sama, maka pelukis tersebut akan menggunakan cara sesuai dengan kemampuannya dan minimal akan menghasilkan gambar sesuai dengan objek gambar. Begitu juga dalam akuntansi, para pelaku bisa membuat laporan sesuai dengan kemampuannya tetapi tetap berdasarkan pada standar akuntansi yang berlaku.

    Transaksi adalah peristiwa dalam sebuah perusahaan yang dapat diukur dengan satuan moneter (uang). Tidak semua peristiwa yang terjadi di perusahaan termasuk transaksi, kecuali peristiwa itu memiliki nilai ekonomi dan berpengaruh terhadap posisi keuangan perusahaan. Pelaporan keuangan sendiri merupakan sebuah informasi. Pihak-pihak yang membutuhkan informasi tersebut merupakan pemakai informasi akuntansi. Pihak-pihak tersebut dikelompokkan menjadi dua, yaitu pihak internal perusahaan dan pihak eksternal perusahaan.

Sumber : Bahri, Syaiful. 2016. Pengantar Akuntansi. Cetakan Pertama. Yogyakarta: CV. Andi Offset.


Universitas Persada Indonesia Y.A.I


Selasa, 19 Desember 2023

Seminar Literasi dan Edukasi Pasar Modal


Acara : Seminar Literasi Dan Edukasi Pasar Modal
             From Zero to Hero
Hari / Tanggal : Selasa, 18 Desember 2023
Lokasi : Auditorium Lt. 10 Gedung B UPI Y. A. I
Speaker : 1. Oktavianus Audi (Head of Custumer Literation dan Education Kiwoom Sekuritas Indonesia
               2. Marco Kawet (Market Development Specialist Indonesia Stock Exchanges) 


Senin, 18 Desember 2023

Banker Investasi

            Umumnya perusahaan menyerahkan permasalahan yang berhubungan dengan IPO (initial public offering) ke banker investasi (investment banker) yang mempunyai keahlian di dalam penjualan sekuritas. Penjualan saham baru yang melibatkan banker investasi ini dijual di pasar primer (primary market).

          Banker investasi akan menyediakan saran-saran yang penting yang dibutuhkan selama proses rencana pelemparan sekuritas ke publik. Saran-saran yang diberikan dapat berupa (1) tipe sekuritas apa saja yang akan dijual, (2) harga dari sekuritas dan (3) waktu pelemparannya.

           Banker investasi merupakan perantara antara perusahaan yang menjual saham (disebut dengan emiten) dengan investor. Sebagai perantara, banker investasi selain berfungsi sebagai pemberi saran (advisory function), banker investasi juga berfungsi sebagai pembeli saham (underwriting function) dan ber- fungsi sebagai pemasar saham ke investor (marketing function).

          Proses pembelian sekuritas oleh banker investasi yang nantinya akan dijual kembali ke publik disebut dengan pen- jaminan emisi (underwriting). Banker investasi yang melaku kan proses underwriting ini disebut dengan penjamin emisi (underwriter). Banker investasi membeli sekuritas dengan harga yang sudah disetujui dan menanggung risiko kegagalan atau kerugian menjualnya kembali ke publik. Banker investasi mengambil keuntungan dari selisih harga beli dan harga jual dari saham (selisih ini disebut dengan spread). Cara penjamin- an emisi seperti ini yaitu banker investasi membeli semua sekuritas dari emiten disebut dengan basis kesanggupan penuh (full commitment).

       Tidak selalu banker investasi mau membeli sekuritas dengan harga yang sudah ditentukan, terutama untuk sekuritas milik perusahaan-perusahaan yang belum mapan atau masih baru di pasar modal yang risiko kerugiannya tinggi. Untuk perusahaan-perusahaan semacam ini, banker investasi umum- nya menjualkan saham dengan basis usaha terbaik (best-effort). Dengan basis ini, banker investasi hanya menerima komisi untuk menjualkan sekuritas kepada investor dengan usaha terbaik (best effort) untuk mendapatkan harga penjualan sebaik mungkin. Dengan demikian, risiko kerugian penjualan sekuritas akan ditanggung oleh perusahaan penerbit saham (per- usahaan emiten) bukan oleh banker investasi.

           Jika banker investasi harus menanggung sendiri risiko kegagalan penjualan saham ke publik dan jika nilai saham yang akan dilempar cukup besar, banker investasi akan membentuk suatu sindikat (syndicate). Sindikat merupakan suatu grup yang terdiri dari lead manager (banker investasi yang berfungsi sebagai manajer sindikat), beberapa underwriter lainnya yang berfungsi sebagai anggota grup yang membeli sekuritas dan menjualnya ke publik, dan beberapa grup penjual (sales group) yang tidak membeli sekuritas tetapi ikut menjualkannya ke publik. Penjualan sekuritas ke publik harus di dukung dengan informasi dan dokumen-dokumen yang diwajibkan oleh hukum dan peraturan-peraturan yang berlaku. Salah satu dari dokumen ini adalah prospectus yang berisi informasi tentang perusahaan penerbit sekuritas dan informasi lainnya yang berkaitan dengan sekuritas yang dijual.


Sumber : Hartono, Jogiyanto M, 2015. Teori Portofolio dan Analisis Investasi. BPFE, Edisi 10, Yogyakarta


Universitas Persada Indonesia Y.A.I

Jumat, 15 Desember 2023

Hubungan Antara Akuntansi dengan Bidang Lain

     Seseorang yang berkecimpung dalam bidang pemasaran, keuangan, produksi, personalia dan sebagainya tidak perlu ahli dalam bidang akuntansi. Akan tetapi pekerjaan mereka akan lebih berhasil bila mereka memahami dengan baik prinsip-prinsip akuntansi. Setiap tingkat jabatan dalam perusahaan akan selalu mempunyai hubungan dengan masalah akuntansi. Semakin tinggi tingkat kedudukan seseorang, semakin besar kebutuhan untuk memahami konsep dan istilah akuntansi. Akuntansi mempunyai peran penting dalam masyarakat modern dan secara umum dapat dikatakan setiap pihak dalam suatu organisasi akan dipengaruhi oleh akuntansi dengan berbagai cara. Akuntansi dewasa ini memilik peran sebagaimana matematika dalam kehidupan sehari-hari.

Sumber : BMP

Universitas Persada Indonesia Y.A.I

Kamis, 14 Desember 2023

Mengisi Materi Perkuliahan di Portal Dosen

Pagi Sobat Bloger.. hari ini saya akan mengupload materi pertemuan ke 13 tentang Pasar Modal Syariah di Portal Dosen untuk Mata Kuliah Teori Portofolio dan Analisis Investasi. 


Rabu, 13 Desember 2023

Pemakai Laporan Keuangan

         Akuntansi menyediakan teknik untuk mengumpulkan data ekonomi dan menyampaikannya kepada berbagai pihak yang memerlukannya. Penanam modal membutuhkan informasi tentang posisi keuangan dan masa depan (prospek) perusahaan. Kreditur dan supplier perusahaan akan menilai sehat tidaknya keuangan perusahaan dan menilai risiko terhadap kredit yang akan diberikan kepada perusahaan. Lembaga pemerintah memerlukan informasi mengenai aktivitas keuangan perusahaan guna keperluan perpajakan dan perundang-undangan. Karyawan dan organisasi karyawan juga berkepentingan terhadap stabilitas dan profitabilitas dari perusahaan tempat mereka bekerja. Para akademisi memerlukan data akuntansi untuk tujuan penelitian dan pendidikan.

         Pihak yang paling tergantung dan paling tersangkut dengan hasil akhir akuntansi adalah pengelola perusahaan (manajemen), yaitu pihak yang bertanggung jawab di dalam mengarahkan jalannya perusahaan. Jenis dan macam data yang dibutuhkan oleh pengelola akan berbeda-beda tergantung pada besar kecilnya dan jenis usaha perusahaan. Manajer pada perusahaan kecil mungkin hanya membutuhkan sedikit informasi akuntansi. Namun bila perusahaan bertambah besar dan kompleks maka manajer semakin sedikit melakukan kegiatan operasional sehari-hari. Demikian juga informasi dari suatu usaha perbankan akan berbeda dengan usaha manufaktur. Sering kali perbankan diminta untuk membuat laporan untuk memenuhi ketentuan Bank Indonesia, sedangkan usaha manufaktur tidak. Akibatnya informasi berbagai aspek dari perusahaan harus disediakan oleh akuntansi.

       Informasi yang penting bagi seseorang tidak harus sama dengan informasi bagi orang lain. Akan tetapi sekali akuntan tahu akan kebutuhan informasi yang relevan bagi pemakai, maka akuntan dapat menyediakan jaringan informasi yang dapat dipakai oleh pengelola atau pihak lain untuk mengambil keputusan atau pertimbangan.

      Banyaknya pihak yang berkepentingan yang memerlukan akuntansi mengharuskan diperlukannya bahasa atau istilah yang sama agar tidak terjadi salah interpretasi terhadap informasi yang ada. Para akuntan saat menyajikan laporan keuangan menggunakan pedoman penyusunan laporan keuangan yang dikenal dengan istilah PABU (Prinsip-prinsip Akuntansi yang Berlaku Umum) di Amerika Serikat dikenal dengan istilah GAAP (Generally Accepted Accounting Principles). Salah satu PABU disusun oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia yang berupa Standar Akuntansi Keuangan yang teriri atas Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK).

Sumber : BMP

Universitas Persada Indonesia Y.A.I

Selasa, 12 Desember 2023

SIFAT-SIFAT INFORMASI AKUNTANSI

          Informasi akuntansi terutama berisi data keuangan dari transaksi perusahaan yang diungkapkan dalam satuan uang. Transaksi itu sendiri merupakan peristiwa ekonomi yang mempengaruhi kondisi keuangan dari suatu entitas. Pencatatan data transaksi dapat dilakukan dengan pensil, pena atau dengan berbagai jenis mesin atau komputer. Catatan transaksi saja kurang bermanfaat untuk dijadikan dasar suatu keputusan. Oleh karena itu. catatan data harus disortir dan diikhtisarkan kemudian disajikan dalam bentuk laporan akuntansi atau lebih dikenal dengan istilah laporan keuangan. Laporan keuangan ini kemudian oleh manajemen dikomunikasikan kepada pihak eksternal melalui surat kabar, laporan tahunan perusahaan atau media elektronik seperti internet. Anda bisa melihat contoh-contoh berbagai macam laporan keuangan di surat kabar atau di internet.


Sumber : BMP


Universitas Persada Indonesia Y.A.I


Senin, 11 Desember 2023

Top 8 Emiten dengan Laba Bersih Terbesar

 1. BBRI = 44,0

2. BMRI = 39,1

3. BBCA = 36,4

4. ASII = 25,7

5. TLKM = 19,5

6. ADRO = 18,9

7. BBNI = 15,8

8. UNTR = 15,3

*) Kuartal III 2023 (Rp Triliun)


Universitas Persada Indonesia Y.A.I

Jumat, 08 Desember 2023

Pasar Primer

          Transaksi di pasar modal lewat dua proses, yaitu pertama lewat pasar primer (primary market) dan kemudian dilanjutkan di pasar sekunder (secondary market). Pasar primer (primary market) adalah pasar tempat emiten pertama kali menawarkan sahamnya atau menambah jumlah saham yang telah beredar ke publik. Emiten adalah perusahaan yang melakukan emisi saham atau penjualan saham.

          Proses di pasar primer disebut dengan penawaran publik (public offering). Jika emiten menjual sahamnya pertama kali di pasar sekunder maka disebut dengan penawaran perdana publik (initial public offering) atau dikenal dengan singkatannya IPO. Jika emiten sudah menjual sahamnya di pasar modal, emiten ini disebut dengan perusahaan publik (public company) atau perusahaan terbuka. Di Indonesia nama perusahaan ini ditambah dengan kata Tbk (artinya terbuka).

        Perusahaan yang going public mempunyai beberapa keuntungan. Keuntungan yang diperoleh diantaranya adalah berupa kemudahan meningkatkan modal di masa mendatang, meningkatkan likuiditas (mudah dan cepat menjual) pemegang saham, dan nilai perusahaan dapat diketahui dan dikontrol oleh publik.

          Penambahan saham yang sudah beredar yang dilakukan oleh perusahaan publik dengan menjual tambahan sahamnya juga dilakukan di pasar primer. Proses penjualan untuk menambah saham yang sudah beredar disebut dengan seasoned equity offering (SEO).

Sumber : BMP

Universitas Persada Indonesia Y.A.I

Kamis, 07 Desember 2023

Mengisi Materi Perkuliahan di Portal Dosen

Pagi Sobat Bloger.. hari ini saya akan mengupload materi pertemuan ke 12 tentang Efisiensi Pasar di Portal Dosen untuk Mata Kuliah Teori Portofolio dan Analisis Investasi. 



Universitas Persada Indonesia Y.A.I

Rabu, 06 Desember 2023

Hubungan Antara Aset Keuangan Dan Aset Berwujud

          Salah satu kesamaan penting antara aset berwujud dan aset keuangan adalah adanya potensi arus kas di masa datang bagi pemiliknya. Contoh, aset berupa pabrik diharapkan memberikan arus kas berupa keuntungan bagi pemiliknya di masa datang. Demikian juga aset berupa obligasi diharapkan juga memberikan arus kas berupa kupon bagi pemegang obligasi. Aset mesin diharapkan memberikan arus kas setelah mesin digunakan untuk menghasilkan produk dan dijual, sementara aset saham diharapkan memberikan arus kas di masa depan berupa deviden.

         Dalam hal tertentu, aset keuangan berhubungan erat dengan aset berwujud. Dalam operasional bisnis kadang-kadang untuk membiayai pengadaan aset berwujud dilakukan dengan menerbitkan aset keuangan. Sering kali untuk memperbesar skala perusahaan, pemilik perlu menerbitkan saham untuk dijual, di mana hasil penjualan saham digunakan untuk memperbesar pabrik. Contoh, suatu perusahaan maskapai penerbangan ingin memperbesar perusahaan maskapainya dengan membeli beberapa pesawat baru. Untuk itu, maskapai tersebut menerbitkan saham yang dijual melalui pasar modal. Hasil penjualan itu kemudian digunakan untuk membeli pesawat baru. Dalam kusus ini, untuk pengadaan aset berwujud berupa pesawat dilakukan dengan menerbitkan aset keuangan berupa saham. Contoh lain, perusahaan ingin memperluas usahanya dengan memperbesar pabrik. Untuk membangun pabrik, perusahaan menerbitkan obligasi dan hasil penjualan obligasi digunakan untuk membangun pabrik baru. Dalam hal ini, pengadaan aset berwujud berupa pabrik dilakukan dengan menerbitkan aset keuangan berupa obligasi. 

Sumber : BMP

Universitas Persada Indonesia Y.A.I

Selasa, 05 Desember 2023

Pengertian Aset Keuangan

            Dalam pengertian luas, aset merupakan kepemilikan atas suatu barang yang memiliki nilai tukar. Pada awalnya, aset hanya berupa aset berwujud (tangible) namun dalam perkembangannya, aset juga dapat berupa aset tak berwujud (intangible). Aset berwujud adalah aset yang nilainya tergantung dari bentuk fisik tertentu dari aset tersebut. Contoh: tanah, bangunan, mobil. pabrik, mesin, dan aset-aset fisik lain. Sedangkan aset tak berwujud adalah aset yang nilainya tidak tergantung dari bentuk fisik aset tersebut. Salah satu jenis aset tak berwujud adalah aset keuangan. Aset keuangan memiliki nilai karena klaim-klaim hukum atas sejumlah manfaat yang berupa arus kas di masa mendatang.

             Ada beberapa pihak (minimal 2 pihak) yang merupakan pihak penting dalam aset keuangan. Pihak yang telah setuju untuk melakukan pembayaran kas di masa datang disebut issuer (emiten). Sementara pemilik atau pemegang aset keuangan disebut investor. Berikut adalah contoh-contoh aset keuangan dan peranan dari person dalam aset keuangan tersebut.

1.  Aset Kredit

Aset kredit adalah aset berupa tagihan terhadap pihak yang melakukan kredit. Contoh: Bank A memberikan kredit kepada nasabah (misalnya, Tuan X). Dalam perjanjian kredit ini telah disepakati bahwa Tuan X akan melakukan pembayaran kepada Bank A yang telah ditetapkan selama jangka waktu tertentu. Pembayaran ini berupa pembayaran pokok pinjaman dan bunga yang telah disepakati. Arus kas dalam aset kredit berupa pembayaran yang harus dilakukan oleh Tuan X (peminjam). Dalam kasus ini, Tuan X adalah emiten dalam hal ini juga disebut debitur dan Bank A adalah investor yang dalam hal ini juga disebut kreditur.

2. Obligasi (Bonds)

Obligasi merupakan aset keuangan yang berupa suatu pernyataan utang dari penerbit obligasi kepada pemegang obligasi, di mana penerbit obligasi (emiten) berjanji untuk membayar bunga (coupon) tiap periode yang dijanjikan dan membayar kembali pokok utang, ada saat jatuh tempo. Di Indonesia, obligasi bisa dikeluarkan oleh pemerintah maupun perusahaan (corporate). Masyarakat atau siapa pun yang memiliki obligasi tersebut adalah investor.

3. Obligasi yang Dikeluarkan Pemerintah Indonesia

Pemerintah Indonesia menerbitkan berbagai macam surat utang yang disebut Surat Berharga Negara, salah satu di antaranya SUN (Surat Utang Negara). SUN merupakan aset keuangan, berupa surat pengakuan utang dalam mata uang rupiah maupun valuta asing yang dijamin pembayaran bunga dan pokoknya oleh Negara Republik Indonesia, sesuai dengan masa berlakunya. Dalam kasus SUN ini, pemerintah Indonesia sebagai emiten setuju untuk membayar bunga (coupon) SUN kepada investor setiap periode secara rutin, sampai saat jatuh tempo dan kemudian saat jatuh tempo pemerintah membayar pokok pinjamannya. Dalam hal ini arus kas dari SUN adalah bunga (coupon) dan pokok pinjaman yang dibayar saat jatuh tempo. Obligasi lain yang dikeluarkan pemerintah Indonesia adalah ORI (Obligasi Ritel Indonesia). ORI pada prinsipnya sama dengan SUN, namun nilai nominal ORI jauh lebih kecil daripada SUN. Investor yang dituju ORI adalah masyarakat luas dan sifatnya ritel atau eceran. Sementara SUN memiliki nominal besar sehingga yang mampu melakukan investasi hanya kalangan tertentu.

4. Obligasi yang Dikeluarkan oleh Perusahaan (Corporate)

Hampir sama dengan obligasi yang dikeluarkan pemerintah, apabila perusahaan (corporate) menerbitkan obligasi maka perusahaan merupakan emiten yang berjanji akan membayar kepada investor bunga obligasi (yield) secara rutin sesuai periode yang dijanjikan dan membayar pokok pinjaman pada saat jatuh tempo.

5. Obligasi Syariah atau Sukuk

Obligasi yang telah diuraikan di atas adalah obligasi konvensional. Selain obligasi konvensional, di Indonesia juga berkembang Obligasi Syariah atau Sukuk. Sukuk Indonesia adalah investasi obligasi Indonesia dengan prinsip syariah, di mana obligasi syariah tidak mengenal bunga karena dalam Islam bunga atau riba adalah haram hukumnya. Oleh karena telah memperoleh pinjaman uang, tentu saja emiten atau penerbit obligasi harus memberikan imbalan kepada para investor pembeli obligasinya (investor). Imbalan yang diberikan dapat berupa pembagian hasil, margin pendapatan (fee) atau sewa.

6. Saham

Saham adalah penyertaan modal pada suatu perusahaan. Oleh karena itu, pemegang saham berhak atas keuntungan yang diperoleh perusahaan dan berhak atas aset perusahaan bila perusahaan dilikuidasi. Misalnya. PT Telkom menjual saham pada masyarakat luas maka para pemegang saham mempunyai hak untuk mendapatkan pembagian deviden (keuntungan yang diperoleh PT Telkom). Dalam kasus ini, para pemegang saham (investor) juga berhak atas bagian prorata (proporsional) dari nilai bersih aset PT Telkom jika PT Telkom dilikuidasi.

Sumber : BMP 

Senin, 04 Desember 2023

Penentu – Penentu Harga Opsi

  1. Harga saham bersangkutan (P)
  2. Exercise Price
  3. Waktu Sisa Jatuh Tempo opsi
  4. Deviasi standar return saham
  5. Tingkat Suku Bunga
  6. Deviden Kas

sumber : Hartono, Jogiyanto M, 2015. Teori Portofolio dan Analisis Investasi. BPFE, Edisi 10, Yogyakarta

Jumat, 01 Desember 2023

Tipe - Tipe Investasi dalam Keuangan

      Investasi ke dalam aktiva keuangan dapat berupa investasi langsung dan investasi tidak langsung. Investasi langsung dilakukan dengan membeli langsung aktiva keuangan dari suatu perusahaan baik melalui perantara atau dengan cara yang lain. Sebaliknya investasi tidak langsung dilakukan dengan membeli saham dari perusahaan investasi dibawah ini menunjukkan investasi langsung dan tidak langsung.





sumber : Hartono, Jogiyanto M, 2015. Teori Portofolio dan Analisis Investasi. BPFE, Edisi 10, Yogyakarta

Universitas Persada Indonesia Y.A.I