Akuntansi menyediakan teknik untuk mengumpulkan data ekonomi dan menyampaikannya kepada berbagai pihak yang memerlukannya. Penanam modal membutuhkan informasi tentang posisi keuangan dan masa depan (prospek) perusahaan. Kreditur dan supplier perusahaan akan menilai sehat tidaknya keuangan perusahaan dan menilai risiko terhadap kredit yang akan diberikan kepada perusahaan. Lembaga pemerintah memerlukan informasi mengenai aktivitas keuangan perusahaan guna keperluan perpajakan dan perundang-undangan. Karyawan dan organisasi karyawan juga berkepentingan terhadap stabilitas dan profitabilitas dari perusahaan tempat mereka bekerja. Para akademisi memerlukan data akuntansi untuk tujuan penelitian dan pendidikan.
Pihak yang paling tergantung dan paling tersangkut dengan hasil akhir akuntansi adalah pengelola perusahaan (manajemen), yaitu pihak yang bertanggung jawab di dalam mengarahkan jalannya perusahaan. Jenis dan macam data yang dibutuhkan oleh pengelola akan berbeda-beda tergantung pada besar kecilnya dan jenis usaha perusahaan. Manajer pada perusahaan kecil mungkin hanya membutuhkan sedikit informasi akuntansi. Namun bila perusahaan bertambah besar dan kompleks maka manajer semakin sedikit melakukan kegiatan operasional sehari-hari. Demikian juga informasi dari suatu usaha perbankan akan berbeda dengan usaha manufaktur. Sering kali perbankan diminta untuk membuat laporan untuk memenuhi ketentuan Bank Indonesia, sedangkan usaha manufaktur tidak. Akibatnya informasi berbagai aspek dari perusahaan harus disediakan oleh akuntansi.
Informasi yang penting bagi seseorang tidak harus sama dengan informasi bagi orang lain. Akan tetapi sekali akuntan tahu akan kebutuhan informasi yang relevan bagi pemakai, maka akuntan dapat menyediakan jaringan informasi yang dapat dipakai oleh pengelola atau pihak lain untuk mengambil keputusan atau pertimbangan.
Banyaknya pihak yang berkepentingan yang memerlukan akuntansi mengharuskan diperlukannya bahasa atau istilah yang sama agar tidak terjadi salah interpretasi terhadap informasi yang ada. Para akuntan saat menyajikan laporan keuangan menggunakan pedoman penyusunan laporan keuangan yang dikenal dengan istilah PABU (Prinsip-prinsip Akuntansi yang Berlaku Umum) di Amerika Serikat dikenal dengan istilah GAAP (Generally Accepted Accounting Principles). Salah satu PABU disusun oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia yang berupa Standar Akuntansi Keuangan yang teriri atas Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK).
Sumber : BMP